Surat Terbuka pada Michael Essien dan Marquee Player lain di Indonesia (Jika Ada)

Selamat datang di Indonesia, Michael Essien dan Carlton Cole. Selamat bergabung di Persib Bandung, salah satu klub legendaris di Liga Indonesia. Terima kasih juga,  Kang Essien bilang kalau Kang Essien berharap kedatangan Akang bisa menarik pemain kelas dunia lain main di Indonesia. Maaf surat ini agak terlambat saya buat dari sejak kedatangan Anda pertengahan Maret lalu (dengan harga transfer yang fantastis).

Senang sekali, pemain kelas dunia seperti Anda mau main di Indonesia. Negara yang tim sepak bolanya pernah disanksi FIFA karena ribut-ribut di luar lapangan sepak bola. Jika dibanding dengan negara-negara tempat Anda pernah bermain, sepak bola Indonesia tentu masih jauh kualitasnya.

Namun yang harus Kang Essien paham, soal fanatisme pada sepak bola, Indonesia boleh diadu dengan negara lain, bahkan dengan Inggris atau Italia sekalipun! Kalau Kang Essien tidak percaya, tanyakan ke suporter Persib soal cara bagaimana mereka berangkat ke Palembang, Sumatera Selatan untuk nonton Final Liga Indonesia lawan Persipura Jayapura. Di sini pula Kang, sepak bola mungkin sudah berada di luar nalar, karena saking fanatiknya, antara suporter rela baku hantam dan bahkan ada yang meninggal.

Karena fanatisme pada sepak bola (dalam kasus Anda, pada Persib Bandung) itulah, latihan perdana Anda bersama Persib dipadati banyak penonton. Yang saya baca dari salah satu media, hal itu bahkan membuat Anda heran. Saya kutip dari Sportsatu, agen Anda Amogou Mathieu bilang “Mereka bilang kaget. Essien juga bilang, animonya luar biasa. Karena, katanya di Eropa tidak ada suporter menyaksikan latihan sedekat ini dengan jumlah banyak,”

Yang harus juga Anda tahu Kang Essien, kedatangan Anda ke Indonesia bahkan sampai membuat PSSI bikin aturan soal marquee player. Kata Ketua PSSI, Edy Rahmayadi Kang, setiap klub teh boleh punya maksimal lima marquee player. Padahal: “Ini (aturan marquee player) sangat mengejutkan karena tidak dibahas dalam kongres, tapi kami masih menunggu perkembangan, tidak mau berandai-andai dulu,” kata Faisal Mursyid, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) seperti saya kutip dari Four Four Two.

Kedatangan Anda juga memantik pro-kontra. Ada yang setuju, tapi banyak juga yang menilai sebaiknya marquee player seperti Kang Essien belum (kalau mau dibilang tidak) perlu di Indonesia. Calon lawan Anda nanti di Liga 1, Ponaryo Astaman yang main di Pusamania Borneo FC (PBFC) mengatakan di situs resmi PBFC. “Menurut saya secara pribadi, tidak terlalu perlu. Secara teknis marquee player yang terjangkau oleh klub-klub [Indonesia] sekarang sudah lewat peak performance-nya. Dalam arti, tidak dalam level terbaik mereka lagi,” Untuk informasi Kang Essien, Ponaryo ini salah satu gelandang senior dan mantan kapten timnas Indonesia lho.

Lain Ponaryo, lain juga kata Pelatih PSM Makassar (ini juga klub legendaris di Indonesia, Kang Essien), Robert Rene Albert. Di Four Four Two, Meneer Albert bilang:

“Waktu penetapannya salah, mengapa harus satu bulan dekat pelaksanaan liga? Tidak semua tim memiliki kemampuan mendatangkan pemain bintang. Saya rasa mereka tidak pikirkan konsekuensinya dengan menjalankan regulasi ini. Ini tidak adil, karena tak semua bisa memenuhi regulasi ini,”

Terlepas dari pro-kontra itu Kang Essien, Anda sudah (terlanjur) gabung dengan Persib. Dengan reputasi mentereng Anda yang pernah main bareng Frank Lampard, mencium trofi Liga Champions, dan mentas di Piala Dunia, harapan pecinta sepak bola Indonesia khususnya suporter Persib pada Anda bukan main tingginya Kang. Suporter Persib yang biasa disebut Viking dan Bobotoh (kalau Kang Essien belum tahu) pastinya pengin lihat Kang Essien main bal na kasep. Karena Kang Essien gelandang bertahan, yang diharapkan mungkin bukan gol Kang, tapi minimal pertahanan Persib tidak gampang bobol dan lini tengah Persib mainnya jadi alus pisan. Jangan sampai atuh Kang Essien malah kalah sama teman setim akang, Mas Hariono yang alus pisan main bal na. Muaranya sih, Kang Essien bisa bawa Persib juara deui.

Oh iya Kang, di Bandung banyak kuliner yang enak dari mulai surabi, brownis, seblak, sampai iga bakar, terus juga ada kaos-kaos distro yang bisa bikin Kang Essien makin kasep. Tidak kalah Kang sama merek-merek pakaian ternama yang biasa Kang Essien temui waktu di Eropa. Main-main di Bandung teh asik. Kang Essien harus coba.

Tapi ingat ya Kang, hehehe. Kang Essien harus tetap konsentrasi main bola dan kasih kontribusi buat Persib khususnya dan sepak bola Indonesia pada umumnya. Buktikan kalau Kang Essien teh belum habis. Lagipula, maneh kan tos dibayar awis Kang Essien, hehehe.

Sekian dulu surat saya Kang Essien. Sukur kalau Kang Essien baca, kalau tidak ya tidak apa-apa. Tapi kalau Kang Essien baca, sampaikan juga surat ini ke Akang Carlton Cole ya. Juga ke marquee player lain jika Kang Essien bisa. Kalau dari jejak rekam Kang Essien yang pernah main di Eropa dan Piala Dunia, pemain yang beredar di Liga Indonesia memang ada di bawah Akang. Tapi mesti diingat juga Kang, jangan pernah Kang Essien meremehkan dan tampil di bawah standarKarena mata Viking dan Bobotoh, juga suporter sepak bola Indonesia akan tertuju ke Akang. Nuhun, hehehe.

Sumber foto: Four Four Two.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s